Dalam penerapan strategi bisnis ala Buddhis, maka penekanannya bukan pada mencapai kemenangan karena para pebisnis Buddhis tidak melihat para pelaku bisnis yang sama dengan mereka adalah kompetitor yang harus dikalahkan. Dalam pandangan Buddhis mempermasalahkan kalah-menang tidak membawa kebahagiaan. Jadi menjalankan strategi bisnis dan bisnis juga diarahkan menciptakan kebahagiaan.
Pandangan di atas tidak berarti Buddhisme tidak mengenal kompetisi, namun kompetisi yang ada dipandang sebagai bagaimana melakukan ekspolarasi, pengamatan dan evaluasi (disebut vimansa) sehingga menjadi bisnis yang unggul dan berkesinambungan.
Keunggulan tidak harus mengalahkan atau menjatuhkan bisnis dan pebisnis lain. Menjadi unggul berarti melakukan daya upaya yang benar, tanpa melanggar sila (peraturan) dalam menjalankan mata pencaharian yang benar berlandaskan kebijaksanaan yang benar.
Jadi terlihat bagaimana konsep bisnis yang ada baik pada tulisan sebelumnya dan juga tulisan ini bagaimana strategi bisnis ala Barat dan Timur pada umumnya.