Strategi Bisnis Barat dan Timur (1)

Salah satu metode analisis dan pengembangan strategi bisnis yang dikenal luas adalah Analisis Lima Kekuatan Porter yang dikembangkan oleh Michael E Porter. Metode ini digunakan secara luas dan diajarkan dalam berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia, didalamnya dilakukan analisis terhadap lima kekuatan yaitu kekuatan pemasok, pembeli, produk pengganti, pemain baru dalam industri yang bersangkutan dan juga pesaing dalam insdutri. Kata Pesaing (rivalry)  ini menarik sebab selalu dikaitkan dengan bagaimana mengalahkan (outcompete) pesaing tersebut.

Mengalahkan berarti harus ada yang jadi pemenang dan harus ada yang kalah. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah dalam bisnis tidak bisa diciptakan harmonisasi?

Kalau Analisis Lima Kekuatan Porter ini dapat dikatakan mewakili pandangan dunia Barat, lalu bagaimana pandangan dunia Timur?

Dalam dunia Timur dikenakal seorang Filsuf ternama bahkan oleh berbagai kalangan beliau dikenal sebagai nabi, beliau adalah Confucius (Kong Hu Cu). Confusius selalu mengutamakan etika baik dalam pengaturan pemerintahan maupun aspek kehidupan lain. Dalam kitab Lun Yi (X:11) dikatakan pada saat Confusius pulang dari perjalanan dan mendapatkan istal kudanya terbakan, maka yang ditanyakan pertama adalah “Apakah ada orang yg terluka” terlihat bahawa keselamatan dan kesejahteraan manusia yang diutamakan dibanding dengan kerugian yang mungkin timbul. Ajaran penting lain dari Confucius adalah “Jangan melakukan sesuatu yang anda tidak anda suka orang lain lakukan terhadap anda” (Lun Yi XV:24), jelas disini keharmonisan yang diutamakan.

Tulisan ini dibuat sebagai bahan pemikiran adanya pemikiran alternatif terhadap teori yang diajarkan secara luas dalam bisnis….

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>